OPERASIONALISASI LAYANAN PENEMPATAN DAN PENYALURAN

SISTEMATIKA OPERASIONALISASI LAYANAN

1. Perencanaan
a. Identifikasi kondisi yang menunjukkan adanya permasalahan pada diri subjek tertentu
b. Menetapkan subjek sasaran layanan
c. Menyiapkan prosedur dan langkah-langkah, serta perangkat dan fasilitas layanan
d. Menyiapkan kelengkapan administrasi

2. Pelaksanaan
a. Melakukan pengkajian terhadap berbagai kondisi yang terkait dengan permasalahan subjek layanan, sesuai dengan prosedur dan langkah-langkah yang telah ditetapkan
b. Melaksanakan penempatan

3. Evaluasi
a. Menetapkan materi evaluasi
b. Menetapkan prosedur avaluasi
c. Menyusun instrumen evaluasi
d. Mengaplikasikan instrumen evaluasi
e. Mengolah hasil aplikasi instrumentasi

4. Analisis Hasil Evaluasi
a. Menetapkan norma/standar evaluasi
b. Melakukan analisis
c. Menafsirkan hasil analisis

5. Tindak Lanjut
a. Mengidentifikasi masalah yang perlu ditinjaklanjuti
b. Menetapkan jenis dan arah tindak lanjut
c. Menkomunikasikan rencana tindak lanjut kepada subjek layanan dan (jika perlu) kepada pihak-pihak terkait
d. Melaksanakan rencana tindak lanjut

6. Laporan
a. Menyusun laporan pelaksanaan layanan PP
b. Menyampaikan laporan kepada pihak terkait
c. Mendokumentasikan laporan

OPERASIONALISASI LAYANAN PENEMPATAN DAN PENYALURAN

1. Perencanaan
• Menempatkan siswa di ekstrakulikuler yang sesuai dengan minat dan bakatnya
• Subjek sasaran : siswa kelas X SMAN 2 Bandar Lampung
• Prosedur layanan : konselor memberikan informasi kepada siswa tentang ekstrakulikuler. Setelah itu siswa mengisi kuisioner tentang minat dan bakat. Dari kuisioner tersebut dapat diketahui potensi yang dimiliki siswa. Sebelum melakukan tindak lanjut, konselor memberitahukan hasilnya kepada siswa agar secara sukarela siswa tersebut mau mengikuti prosedur selanjutnya yaitu penempatan di salahsatu ekskul.
• Perangkat dan fasilitas layanan: konselor sebagai pembimbing dan penanggungjawab kegiatan. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan didalam ruangan kelas dengan format bimbingan klasikal.
• Konselor menyiapkan lembaran kuisioner minat dan bakat yang akan diisi oleh peserta.

Kuisioner Minat dan Bakat
Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang anda anggap benar
1. saya lebih menyukai kegiatan………
a. outdoor c. Praktek e. Lain-lain
b. Indoor d. Teori

2. saya biasa memanfaatkan waktu luang untuk melakukan kegiatan……..
a. bersih-bersih c. Olahraga e. lain-lain
b. Mendengarkan ceramah d. Membaca

3. jika besar nanti saya ingin menjadi………
a. seniman c. atlit e. Lain-lain
b. Ahli ulama d. Ilmuwan

4. Kegemaran saya adalah ……..
a. bernyanyi dan bermusik c. Berpetualang e. lain-lain
b. Mengaji d. Meneliti alam

5. yang menjadi inspirator saya adalah…………
a. Jusuf Kalla c. Taufik Hidayat e. lain-lain
b. KH. Zainiddin, Mz d. Einstein

penilaian : jika menjawab a, maka nilai 5
jika menjawab b, maka nilai 4
jika menjawab c, maka nilai 3
jika menjawab d, maka nilai 2
jika menjawab e, maka nilai 1
pensekoran :
SKOR EKSKUL YANG DISARANKAN
20 – 25 Pramuka, Seni, PMR
15 – 19 Rohis, BBQ
10 – 14 Basket, Catur, Renang
5 – 9 KIR, English Club, MIPA

2. Pelaksanaan
• Sebelum melaksanakan layanan kegiatan penempatan dan penyaluran, konselor mencari informasi tentang masing-masing ekskul. Seperti kegiatan apasaja yang terdapat dalam ekskul, bagaimana kriteria anggota ekskul, dan sebagainya. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kesalahan dalam penempatan siswa diekskul. Setelah itu konselor menginformasikan kepada siswa tentang kegiatan layanan penempatan dan penyaluran agar tidak menimbulkan keterpaksaan dalam diri siswa untuk mengikutinya, dengan demikian maka secara sukarela siswa mau mengisi kuisioner tentang minat dan bakat yang diberikan oleh konselor. Setelah mengetahui hasil kuisioner konselor mengembalikan hasilnya kepada siswa dalam benruk saran untuk masuk ekskul tertentu.
• Siswa yang menerima saran konselor dapat langsung mendaftarkan diri ke ekskul yang disarankan. Jika siswa tidak menerima saran dari konselor harus dapat menggali minat dan bakat siswa itu dengan melakukan kegiatan yang sama tetapi dalam format yang berbeda. Jika sebelumnya menggunakan format bimbingan klasikal, maka untuk menangani siswa tersebut menggunakan format bimbingan individu.

3. Evaluasi
Evaluasi dilakukan agar dapat mengetahui siswa yang menerima saran konselor dan menolak.
• Materi evaluasi
Mengidentifikasi hasil lembar kuisioner minat dan bakat apakah siswa menerima saran penempatan dari konselor atau tidak.
• Prosedur evaluasi
– Melakukan kegiatan layanan
– Pengamatan hasil kuisioner
– Pengisian lembaran ceklis
• Instrumen evaluasi
Ceklis hasil kuisioner minat dan bakat
NO NAMA MENERIMA MENOLAK
1. Ari V
2. Adi V
3. Andi V
4. Azis V
5. Budi V
6. Beni V
7. Bety V
8. Caca V
9. Cinta V
10. Carly V
11. Doni V
12. Dina V
13. Dani V
14. Desi V
15. Erik V
16. Erna V
17. Fani V
18. Gumilar V
19. Hendra V
20. Hani V
21. Hesti V
22. Ida V
23. Intan V
24. Joko V
25. Lala V
26. Munir V
27. Naya V
28. Ola V
29. Yahya V
30. Zaini V

• Daftar ceklis diisi oleh konselor
• Konselor menganalisis hasil ceklis untuk mengetahui tingkat penerimaan siswa dalam penempatannya.

4. Analisis Hasil Evaluasi
• Standar analisis
Jika menerima, skor 2
Jika menolak, skor 1

Presentase penerimaan saran
80 – 100 % = baik
40 – 79 % = cukup
1 – 39 % = kurang

• Analisis
Setelah konselor mendata siswa yang menerima dan menolak saran penempatan, konselor menghitung presentase siswa yang menerima dan menolak saran penempatan.
Dalam sebuah kelas, terdapat 30 siswa, 22 siswa menerima saran penempatan dan 8 siswa menolak.
Siswa menerima saran : 22 / 30 x 100% = 73 %
Siswa menolak saran : 100 % – 73 % = 27 %

• Dari hasil analisis, terdapat 73% siswa menerima saran. Dengan demikian layanan penempatan dan penyaluran cukup baik untuk mengungkap minat dan bakat siswa terhadap ekstrakulikuler.

5. Tindak Lanjut
• Dari 30 siswa masih terdapat 8 anak yang belum terungkap minat dan bakatnya.
• Selanjutnya 8 siswa tersebut akan mengikuti kegiatan yang sama, tetapi menggunakan format bimbingan individu dan teknik yang berbeda, agar benar-benar terungkap minat dan bakatnya.
• Konselor melakukan pendekatan kepada siswa yang belum diketahui minat dan bakatnya agar mau mengikuti tes selanjutnya dan tidak salah penempatan.
• Melakukan tes minat dan bakat tahap 2.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s