aku dan KMB VII

AKU DAN KMB VII
Oleh : Isna Irmawati FKIP UNILA

Aku adalah aku, dimana aku adalah salah satu anggota KMB VII KBM UNILA. Sebut saja aku Isna Irmawati . Berawal dari ajakan teman dan rasa ingin tahu tentang seluk beluk unila dan struktur organisasi yang ada di Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lampung (BEM U), aku beranikan diri untuk mendaftar sebagai anggotan BEM UNILA yang selanjutnya disebut KMB (Korps Muda BEM). Saat itu aku mendaftar pada gelombang 3 dan angkatan KMB VII.
Pada mulanya ada sesi wawancara,dimana aku diuji pengetahuannya tentang UNILA dan BEM U. Karena waktu itu aku masih baru menjadi mahasiswa di UNILA otomatis kurang mengetahui tentang segala aspek yang ada di unila. Dengan sabar, mbak April yang berlaku sebagai pewawancara menjelaskan struktur yang ada di BEM U. Dengan tampang sok polos, aku menganggukkan kepala tanda mengerti.
Semua pun berlalu, hingga suatu hari ada agenda berkumpul bersama yang selanjutnya populer disebut “kumpulan” di suatu tempat yang bisa dibilang indah, sejuk, tapi cukup membosankan dan melelahkan untuk bisa mencapainya karena harus menempuh perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan serta harus melewati kuburan, tanah lapang dan perkebunan (maklum anak kost, hehehe). Pertamakali ada kumpulan, aku bersama temanku yang kebetulan satu jurusan denganku ( FKIP Bimbingan dan Konseling). Canggung, malu dan gerogi pastinya ada pada situasi itu, dimana aku baru kenal dengan orang baru. Tapi seiring berjalannya waktu, semua baik-baik saja dan rasa itu sedikit demi sedikit menghilang entah kemana.
Setelah beberapa kali diadakan pertemuan, ditentukan kelompok dan supervisornya. Aku ada di kelompok 9 dansupervisornya adalah mbak Shufi yang kebetulan tutor BBQku juga. Waktu itu membahas tentang persiapan untuk pelantikan pertama. Semua alat yang dibutuhkan telah dibagi sama rata dan sudah fix. Tapi sayang, aku tidak bisa mengikuti pentikan pertama karena bersamaan dengan kegiatan jurusan, yaitu keakraban. Tapi hal tersebut tidak menutup kemungkinan untuk aku mengikuti pelantikan yang ke dua.
18 Desember 2011 aku mengikuti pelantikan ke 2 KMB VII, hari itu diagendakan kumpul jam 6 di belakang gedung Rektorat. Dan aku bersama dengan temanku datang jam setengah 6. Disana belum ada siapa – siapa dan panitianya pun baru pulang dari sholat subuh di musholla. Dengan tampang plonga-plongo, kita berdua duduk angong di teras gedung rektorat sambil menepuk nyamuk yang mulai menggigit kulitku yang tak seberapa.
Tepat jam 07.00 pelantikan pun dimulai dengan olahraga pagi, sarapan, dilanjutkan dengan perjalanan yang cukup panjang, yaitu menempuh jalan darat sampai ke Kemiling sebuah tempat yang cukup seberapa. Aku ditunjuk sebagai ketua kelompok oleh teman-teman. Sebagai ketua kelompok yang baik,aku menginginkan yang terbaik untuk kelompokku. Di setiap pos diadakan sesi permainan yang membutuhkan kekompakan. Hal tersebut mungkin ditujukan agar terjalin kerjasama yang baik antar anggota kelompok.
Mendaki gunung melewati lembah sungai mengalir indah ke samudra bersama teman-teman ku bertualang, mungkin itu sebuah lagu yang tepat dengan situasi saat itu dimana kami berjalan menyusuri aspal, tanjakan, turunan, perkebunan dan berbasah basah ria di sungai demi menemukan sebuah slayer yang disembunyikan oleh panitia.
Capek, kotor, basah, luka, itu sudah pasti. Tapi semua itu hilang ketika di penghujung acara disematkan PIN KMB VII UNILA , suasana menjadi haru dan penuh kebanggaan serta kebahagiaan karena bisa melewati pelantikan tersebut dengan baik.
Berangkat dengan kaki dan pulang dengan truk, sungguh membuatku ingin tertawa jika mengingatnya. Hal baru adalah ketika naik truk. Bayangkan saja dengan jalan yang berkelok-kelok kami diguncang kesana kemari di dalam bak truk yang lantainya sudah mulai rapuh. Cukup mengerikan memang, tapi mengasyikkan.
Diskusi, diklat, seminar adalah hal yang biasa aku hadiri sebelum dan selepas pelantikan KMB. Dalam forum tersebut, aku bisa mendapatkan berbagai informasi yang tidak didapatkan di bangku perkuliahan.
Baru resmi menjadi KMB VII unila,kami diberi tanggungjawab untuk menghandle sebuah acara yang lingkupnya lumayan besar, adalah Gebyar Prestasi Mahasiswa (GPM) nama acaranya. Pembentukan panitia pun dimulai, sempat ada beberapa kali rapat yang hanya mementukan satu keputusan. Entah memang kami yang belum bisa ataukah memang rekan-rekan yang terlalu demokratis hingga terjadi hal yang demikian. Biarkan itu menjadi pelajaran bagi kita semua.
Dalam acara tersebut aku berperan sebagai anggota bidang kestari yang sampai sekarang ketuanya entah sibuk kemana tidak ada kabar. Bisa dibilang aku agak sedikit ogah-ogahan melaksanakan tugasku, sebab ada banyak hal yang menghambat eksistensiku di organisasi, diantaranya adalah tugas kuliah yang kian menumpuk, kewajibanku sebagai relawan di sebuah klinik ACI dimana terdapat anak anak berkebutuhan khusus dan autis yang membutuhkan bimbingan serta orangtua yang cukup miris melihat kesibukanku.
Saat itu aku berfikir bahwa yang menjadi panitia tidak hanya aku seorang, pasti ada kawanku yang bisa membantu juga. Alhasil sampailah pada acara, dan acara tersebut berjalan dengan baik di hari pertama karena kegian dilakukan di dalam gedung (indoor). Tetapi kurang lancar di hari kedua, yaitu acara jalan sehat dan mimbar terbuka dengan bapak PR 3 sebagai pembicaranya. Meskipun ada sedikit miss, kegiatan tetap berjalan (wajar saja manusia tidak ada yang sempurna dan pasti pernah melakukan kesalahan).
Usai acara tersebut,ada diklat tentang menejemen aksi. Sungguh hal yang membuat suara dan tenagaku habis. Bagaimana tidak, kami semua di beri instruksi untuk melakukan orasi dengan suara lantang di depan sebatang pohon. Sungguh nampak seperti orang yang kurang waras memaki maki pohon. Tidak hanya itu saya, kami pun diberi instruksi untuk membuat border dan teknik lainnya yang digunakan dalam aksi. Jika melakukan kesalahan, diberikan hukuman berupa bending bagi putri dan push-up bagi putra. Jika di hitung, mungkin lebih dari 100 kali kami melakukan bending ataupun push-up. Tapi itu semua kami lakukan dengan senang hati tanpa ada ada paksaan.
Selesai acara, dilanjutkan dengan magang. Aku berada di kementrian Sosial dan Politik diamana kak Basrin sebagai mentrinya. Sebenarnya aku sedikit kurang enak berada di kementrian ini, sebab sampai sekarangpun aku belum pernah mengikuti aksi. Bukan karena aku tak mau, tapi sekali lagi ada hambatan-hambatan baik di perkuliahan atau kegiatanku di luar kuliah. Tapi hal tersebut menjadi motivasiku agar aku bisa selangkah lebih maju dan mengikuti acara yang sudah diagendakan oleh BEM UNILA.
13 Mei 2012 nanti akan diadakan wisuda KMB VII. Semoga saja dengan adanya wisuda ini aku bisa menjadi lebih baik dan lebih berkomitment lagi di organisasi ini.
Itulah cerita aku dan KMB VII Universitas Lampung dan aku berharap agar semua yang ada dalam organisasi ini bisa terus bertahan hingga wisuda kelulusan. Amiin..

One thought on “aku dan KMB VII

  1. Ping-balik: aku dan KMB VII | guidance and counseling

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s